Ini Kata Dokter Soal Tantangan Skip Challenge

rayapos.com - skip challenge
Skip challenge atau Pass-out challenge (Youtube.com/duck Lucks)

@Rayapos.com | Jakarta: Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Ericson Siahaan menyebut bahwa tantangan Skip Challenge atau pass-out challenge sangat beresiko dan berbahaya jika dilakukan, karena menggangu aliran darah ke otak.

“Tubuh kita memiliki tulang, jantung dan paru. Ketika ada tekanan keras dalam hitungan detik, secara prinsip kedokteran itu dapat menghentikan pernapasan dan otomatis aliran darah ke otak juga akan terganggu,” ungkap dr. Ericson ketika dihubungi Rayapos, Selasa (14/3).

Kemudian, lanjut dr. Ericson, tekanan keras itu dapat mengakibatnya seseorang kejang-kejang dan bahkan jatuh pingsan. “Karena itu, saya menilai tantangan Skip Challenge sangat berbahaya sekali dan tidak ada gunanya karena memiliki efek buruk,” tandas dr. Ericson.

Senada dengan dr. Ericson, seorang dokter umum dr. Meita Situmorang mengatakan efek dari Skip Challenge sangat banyak, yang utama gangguan pada sistem otak. “Jika otak kurang oksigen tentu akan mengalami kerusakan, seperti sel yang mati atau mekrosis adanya luka di otak,” tutur Meita.

Menurut Meita, kerusakan yang terjadi pada otak mulai dari tahap ringan hingga berat. Tahap ringan, biasanya hanya menyebabkan pusing sesaat, pandangan kabur, atau seperti terasa melayang. “Kerusakan ringan pada otak, biasa pulih dengan sendirinya,” ucap dr. Meita.

dr. Meita juga meminta agar para penantang Skip Challenge untuk mengurungkan niatnya mencoba tantangan tersebut. Menurutnya, jika sering melakukan tantangan ini, justru si pelaku akan kecanduan dan terus ingin mencoba lagi.

“Jika terlalu sering dilakukan, hal ini akan membuat penantang kecanduan dan terus ingin untuk melakukan lagi,” tukas dr. Meita.[Melvin]

Editor: Hadie Ismanto

BAGIKAN