Bulog: stok beras NTT aman hingga lima bulan ke depan

rayapos.com - bulog
Logo Bulog (Foto: Rayapos.com)

@Rayapos.com | Kupang: Badan Urusan Logistik (BULOG) Divisi Regional (Divre) Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan stok beras untuk masyarakat di provinsi kepulauan itu aman hingga lima bulan ke depan.

“Stok beras yang ada saat ini masih cukup banyak lebih dari 33.000 ton dan masih aman empat sampai lima bulan ke depan,” kata Kepala Bidang Pelayanan Bulog Divre NTT Dominggus Foes saat dihubungi Antara di Kupang, Selasa(21/3/2017).

Dia mengatakan, stok beras masih aman bahkan sampai masa puasa hingga Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah pada Juni 2017 mendatang.

Dalam beberapa mingggu ke depan, katanya, kapal-kapal pengangkut beras juga akan masuk di Kota Kupang maupun langsung di kabupaten-kabupaten yang memiliki Gudang Bulog.

“Sampai akhir Maret ini ditambah dengan rencana yang masuk maka stok kita bisa mencapai lebih dari 40.000 ton,” katanya.

Setiap tahun, katanya, Bulog Divre NTT mendatangkan beras dari Provinsi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat dengan kisaran mencapai 115.000 ton sampai 120.000 ton.

Dia menjelaskan, dalam sebulan, distribusi beras kepada masyarakat penerima Rastra (Beras Sejahtera), TNI-Polri maupun PNS di daerah setempat mencapai 10.000 ton hingga 11.000 ton.

“Beras-beras yang didatangkan dari luar daerah ini di luar dari rencana pembelian beras yang dilakukan Bulog dari petani lokal di NTT,” katanya pula.

Menurut Dominggus, agar lebih efisien maka beras-beras tersebut disalurkan dari daerah pemasok langsung menuju ke gudang-gudang Bulog di daerah.

Pihaknya juga terus memantau kondisi gudang di daerah sehingga ketika daya tampung gudang memungkinkan untuk bisa diisi maka akan dilakukan penyaluran.

“Kita juga memastikan bahwa kebutuhan tiap daerah yang memiliki gudang aman untuk tiga bulan. Misalnya untuk kebutuhan gudang di Kabupaten Nagekeo tiap bulan sekitar 300 ton maka juga stok yang kita sediakan 800 ton hingga 1000 ton,” katanya.

Dominggus mengatakan, kebutuhan beras untuk daerah setempat yang saat ini masih mengandalkan pasokan dari luar akan ditambah dengan beras beras yang dibeli Bulog dari petani lokal.

Sejak awal tahun 2017 hingga sekarang, lanjut dia, Bulog telah melakukan pembelian beras dari petani lokal sebanyak 108 ton.

“Untuk tahun ini kita menargetkan beras yang dibeli dari petani lokal sebanyak 13.950 ton,” katanya.

Adapun beras yang dibeli dari petani lokal harus sesuai dengan standar kualitas yang ada (standar medium) untuk menambah persediaan Bulog, selanjutnya disalurkan untuk masyarakat baik yang menerima Rastra, PNS, dan TNI-Polri. [Antara]

BAGIKAN