BMKG: 55 Titik Panas di Sumatera

foto: poskotanews.com

@Rayapos | Pekanbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebutkan satelit mendeteksi 55 titik panas yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan d iatas 50 persen di Sumatera.

“Sensor modis terpasang di satelit Terra maupun Aqua, hari ini terpantau total 55 titik panas di daratan Sumatera,” kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin di Pekanbaru, Sabtu Dia menjelaskan puluhan titik panas tersebut tersebar pada tujuh provinsi dari total 10 provinsi di pulau terbesar ketiga di Indonesia dengan luas 473.481 kilometer persegi tersebut.

Sugarin merinci tujuh provinsi penyumbang titik panas tersebut diantaranya adalah Sumatera Barat dengan 16 titik dan di Sumatera Selatan terdeteksi 14 titik panas.

Selanjutnya Lampung dan Riau masing-masing menyumbang sembilan titik panas, Bangka Belitung tiga titik, serta Bengkulu dan Sumatera Utara masing-masing dua titik panas.

“Sembilan titik panas di Riau, terpantau satelit berada tiga Kabupaten yakni Kampar lima titik, Kuantan Singingi dan Rokan Hulu masing-masing dua titik panas,” katanya.

Dari sembilan titik panas yang terpantau Satelit pukul 06.00 WIB tersebut, empat titik diantaranya dipastikan sebagai titik api sebagai indikasi adanya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen. Ke empat titik api tersebut terpantau di Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu masing-masing dua titik.

Di Kampar, titik api tersebar di Kecamatan XIII Koto Kampar sementara di Rokan Hulu terkosentrasi di Kecamatan Bagan Pura.

Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya telah memperpanjang status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan yang berlaku enam bulan atau sejak Juni hingga 30 November 2016.

Komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Riau Brigjen TNI Nurendi mengatakan perpanjangan status itu sebagai upaya untuk memaksimalkan pencegahan penanggulangan karhutla karena setiap tahun terus terjadi terutama dalam 18 tahun terakhir.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Willem Rampangilei sebelumnya telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar tetap meningkatkan pemadaman dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Bagi masyarakat diimbau untuk tidak membakar, terutama saat membuka lahan sebab, dampak kebakaran sangat luar biasa dan merugikan semua pihak. Pencegahan harus ditingkatkan karena lebih efektif daripada pemadaman,” katanya.

BAGIKAN