BI Riau Fokus 3 Program Kerja 2017

Logo Bank Indonesia (Foto: Rayapos.com)

@Rayapos | Pekanbaru: Kantor Bank Indonesia Provinsi Riau bertekad untuk fokus pada tiga program kerja, yang berkaitan dengan perannya sebagai penjaga stabilitas moneter diwilayah setempat pada 2017.

“Pertama pengendalian inflasi pangan, kedua pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ketiga membantu Pemprov Riau mendorong pariwisata,” kata Kepala Bank Indonesia Provinsi Riau Siti Astiyah, kepada antara di Pekanbaru, Rabu(1/3/2017).

Siti Astiyah yang menjadi wanita pertama memimpin BI Riau ini menjelaskan dari ketiga fokus program tersebut kini yang pertama sudah dilakukan dan sedangberlangsung.

Siti menerangkan untuk pengendalian inflasi pangan pada awal tahun pihaknya sudah membuat program pembarian bantuan bibit cabai keriting bagi ibu-ibu PKK se- Kota Pekanbaru.

“Kami sudah latih kaum ibu beberapa waktu lalu, dan kini dibagikan bibit cabai keriting,” ujarnya.

Menurut Siti BI sudah menyediakan 5.000 bibit cabai keriting pada tahap pertama ini dan sedang proses pendistribusian.

“Diharapkan bibit cabai keriting ini akan berbuah saat menjelang puasa dan Idul Fitri atau sekitar Juni-Juli,” ucapnya.

Sehingga sambungnya saat dua moment itu berjalan, harga cabai tidak akan melambung karena ketersediaan cukup.

“Kalau ibu-ibu ini rajin, mau merawat bibit yang diberikan maka mereka akan panen dan tidak perlu membeli kepasar lagi,” tuturnya.

Masih menurut Siti inflasi di Riau tahun lalu cukup tinggi dan ini disebabkan harga pangan. Salah satu penyebabnya cabai keriting.

“Makanya kita akan coba tekan harga cabai jangan sampai Rp100 ribu lagi saat puasa dan Idul Fitri,” tegasnya.

Selain membagikan bibit cabai pengendalian inflasi lewat pangan juga bisa dilakukan dengan pemantauan harga setiap hari.

Makanya BI juga miliki upaya lainnya untuk pengendalian inflasi yakni akan mempublis perubahan harga 11 bahan pokok di Riau lewat wibe.

“Kami sudah menyiapkan aplikasinya dan akan melaporkan ke Gubernur Riau sebelum peluncuran,” tegasnya.

Siti mengaku BI akan punya tim yang mencatat fluktuasi harga 11 bahan pokok tiap hari dengan memilih tiga kota yang jadi pemantauan.

“Jadi setiap pukul 11.00 WIB harga 11 bahan pokok tiap harinya akan tersiarkan di wibe yang kami buat,” tambahnya.

Dia menambahkan untuk dua program kerja lainnya Siti menerangkan BI juga akan mengembangkan UMKM.

Pengembangan Usaha Menengah Kecil Mikro erat kaitannya mendorong munculnya industri kreatif.

“Ini nantinya akan menambah daya saing UMKM dalam era pasar bebas, sekaligus juga meningkatkan perekonomian masyarakat,” tuturnya pula.

Dikaitkan dengan program ketiga BI yakni mendorong pariwisata sebagai sektor unggulan penghasil pertumbuhan ekonomi Riau Siti sangat mendukung Pemprov Riau.

“Dengan majunya UMKM lewat industri kreatifnya, ini akan mendorong keberhasilan wisata dan menjadi daya tarik turis,” ucapnya.

Selain ia juga berjanji banyak program pengembangan lainnya yang kini sedang dirancang.

Termasuk salah satunya dengan mensosialisasikan kebijakan baru untuk menertibkan proses transaksi jual beli mata uang asing di sentra wisata Riau.

“Seperti Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing bukan Bank (KUPVA BB) itu akan diwajibkan miliki izin batasnya 7 April, jika tidak akan ditertipkan,” katanya menambahkan. [ant]

BAGIKAN